Sejarah Desa Bungah

Gerbang Desa Bungah Gresik
Gerbang Desa Bungah Gresik

Kemasyhuran nama Desa Bungah memang tak perlu diragukan lagi. Desa yang juga sering disebut-sebut sebagai desa para santri ini merupakan salah satu desa dari kecamatan Bungah kabupaten Gresik, Desa Bungah memiliki 5 dusun, 9 RW, dan 31 RT. 5 dusun di Desa Bungah antara lain adalah Nongkokerep, Bungah, Kaliwot, Dukuh, dan Karangpoh.

Bungah sudah ada sejak 500 tahun yang lalu. Dan Kyai Gede Bungahlah yang pertama kali menyebarkan agama islam di Desa Bungah. Kyai Gede Bungah adalah santri dari Sunan Ampel dan Sunan Giri, yang tidak lain adalah seorang dari sembilan wali, atau yang sering kita kenal dengan sebutan WALI SONGO. Sebelum menyebarkan ajaran Islam di Desa Bungah ini, Beliau pertama kali datang di Desa Ngampel, seberang desa Bungah. Di sana beliau menyebarkan Islam sambil berdagang tembakau, karena sebagian besar masyarakat disana adalah suku ngadat (merokok). Disana beliau berhasil mengajarkan agama Islam dengan baik kepada masyarakat Ngampel, sehingga beliau memiliki santri yang cukup banyak.

Karena belum puas dengan hanya menyebarluaskan agama Islam di Desa Ngampel. Akhirnya beliau memutuskan untuk pergi dan menyebarkan agama Islam di desa lain. Dan di Desa Bungah ini, beliau memutuskan untuk menyebar luaskan ajaran islam. Beliau menyebarkan ajaran agama Islam di Desa Bungah ini, pertama-tama dengan memanfaatkan pemuda-pemudi sebagai generasi penerus beliau. Kesenangannya pada pemuda-pemudi melihat taman bunga yang dimiliki dan dibuat sendiri oleh Kyai Gede, membuat beliau ingin menyebar luaskan ajaran agama Islam kepada para pemuda-pemudi. Yang kelak mereka bisa dipercaya untuk menyebarluaskan ajaran agama yang beliau ajarkan kepada mereka. Orang-orang desapun ikut senang melihat taman yang dibuat oleh Kyai Gede Bungah tersebut. Orang yang senang melihat taman bungah tersebut diberi pengetahuan tentang islam dan sekaligus diajak masuk islam oleh Kyai Gede Bungah. Ternyata cara yang digunakan oleh beliau ini cukup ampuh dalam mengislamkan masyarakat di Desa Bungah. Padahal dulu, orang-orang di desa ini sangat lekat dengan maksiat, seperti judi, suka main perempuan, dan senang sekali sabung ayam. Hal itu tebukti dengan banyaknya orang-orang yang masuk islam di Desa Bungah ini dan hampir 100% orang-orang di Desa Bungah ini memeluk agama islam.

Sama halnya ketika di Desa Ngampel, di Desa Bungah ini beliau juga memiliki banyak santri. Ajaran agama yang beliau ajarkan mudah siterima oleh masyarakat disekitarnya, karena beliau menyebarkan agama islam dengan dengan faham Aswaja (Ahlussunnah wal jama’ah). Beliau mendirikan masjid di Desa Bungah ini, yang sekarang masjid itu banyak dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Masjid Jami’ Kyai Gede Bungah. Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa beliau telah berjasa besar dalam mengajarkan islam kepada setiap orang yang ada di Desa Bungah ini. Karena itu untuk sekarang dan seterusnya beliau dipanggil oleh masyarakat Desa Bungah dan desa lainnya dengan sebutan Mbah Kyai Gede, karena beliau adalah kyai besar bagi warga desa ini. Beliau dimakamkan dibelakang masjid yang beliau dirikan dengan warga Desa Bungah yaitu Masjid Jami’ Kya Gede.

Sumber: http:// shofwah-uyun.blogspot .co.id/2011/05/sejarah-desa-bungah.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X

Pin It on Pinterest

X